Rabu, 05 Agustus 2009

Rutinitas dan tetesan air mata

Hari ini, seperti biasa, tidak ada yang istimewa. Hari ini ada acara pelantikan pejabat juru sita. Sebuah jabatan yang memerlukan pendidikan khusus. Ini merupakan sebuah jabatan untuk melakukan penyitaan terhadap wajib pajak yang mangkir terhadap tagihan pajak. Ini merupakan langkah terakhir yang dapat dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak, untuk itu diperlukan pegawai khusus yang mempunyai keahlian di bidang juru sita.

Yang dilantik ada enam orang. Salah satunya adalah seorang pria paruh baya. Penampilannya sederhana dan penuh wibawa dengan kumis jenggot memutih yang dia pelihara. Dia hanya pelaksana biasa, tidak punya jabatan apa-apa di kantor kami. Pendidikannya pun hanya tamat SMA. Dia adalah pelaksana di salah satu seksi di kantor kami. Sebagian teman memanggilnya 'pak haji', mungkin karena dia sudah naik haji. Dari cerita seorang teman, dia dulu adalah 'preman' pajak. Seperti yang lainnya, dia juga dulu seorang pegawai pajak yang suka 'bermain-main'. Bahkan premanismenya berlanjut dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat. Singkat cerita dia tobat dengan setobat-tobatnya. Aku mungkin tidak mengenalnya lebih jauh. Namun dari sosoknya yang tadi tergambar, beliau saat ini sedang menikmati kehidupanya dengan lebih baik.

Tiba saat pembacaan sumpah, dia menitikkan air mata. Baru kali ini, ada pegawai yang dilantik menitikkan air mata. Dulu, mungkin sekarang juga, acara pelantikan atau sumpah jabatan sering diplesetkan menjadi acara disumpah-sumpahin. Dan banyak lagi plesetan-plesetan lainnya, sehingga acara yang seharusnya sakral dan penuh perenungan menjadi olok-olokan. Namun pelantikan kali ini betul-betul istimewa.

Mungkin, bagi dia, kehadiran KPP modern dengan segala perbaikan sistem merupakan anugerah yang tak ternilai harganya. Sambutannya akan kehadiran KPP modern sama dengan kegembiraan orang beriman menyambut ramadhan yang penuh berkah. DJP yang dulu hitam sekarang mulai membersihkan diri menjadi putih. DJP yang dulu sarang penyamun, sekarang adalah tempat pengabdian anak-anak terbaik bangsa, terbaik dalam intelektual dan terbaik dalam integritas, untuk mengamankan penerimaan negara, bukan untuk penerimaan kantong sendiri. DJP sekarang merupakan ladang amal terindah yang dimiliki bangsa ini.

Saat ini, DJP sedang memasuki reformasi tahap ke-II yaitu reformasi sumberdaya manusia. Maka kualitas intelektual dan akhlak SDM sedang ditingkatkan melalui berbagai sarana yang ada. Semua sistem dan aturan yang berkaitan dengan SDM diperbaiki.

Begitulah DJP kami saat ini, kami bangga menjadi bagian dari DJP.

Minggu, 28 Juni 2009

Orang Beriman Tidak Pernah Stres!

Sebagai hamba Allah, dalam kehidupan di dunia manusia tidak akan luput dari berbagai cobaan, baik kesusahan maupun kesenangan, sebagai sunnatullah yang berlaku bagi setiap insan, yang beriman maupun kafir. Allah Ta’ala berfirman,

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Qs Al Anbiya’: 35)

Ibnu Katsir –semoga Allah Ta’ala merahmatinya– berkata, “Makna ayat ini yaitu: Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang beputus asa.” (Tafsir Ibnu Katsir, 5/342, Cet Daru Thayyibah)

Kebahagiaan hidup dengan bertakwa kepada Allah

Allah Ta’ala dengan ilmu-Nya yang Maha Tinggi dan Hikmah-Nya yang Maha Sempurna menurunkan syariat-Nya kepada manusia untuk kebaikan dan kemaslahatan hidup mereka. Oleh karena itu, hanya dengan berpegang teguh kepada agama-Nyalah seseorang bisa merasakan kebahagiaan hidup yang hakiki di dunia dan akhirat. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

“Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul-Nya yang mengajak kamu kepada suatu yang memberi (kemaslahatan) hidup bagimu.” (Qs al-Anfaal: 24)

Ibnul Qayyim -semoga Allah Ta’ala merahmatinya- berkata, “Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan yang bermanfaat hanyalah didapatkan dengan memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka barangsiapa yang tidak memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya, maka dia tidak akan merasakan kehidupan (yang baik). Meskipun dia memiliki kehidupan (seperti) hewan yang juga dimiliki oleh binatang yang paling hina (sekalipun). Maka kehidupan baik yang hakiki adalah kehidupan seorang yang memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya secara lahir maupun batin.” (Kitab Al Fawa-id, hal. 121, Cet. Muassasatu Ummil Qura’)

Inilah yang ditegaskan oleh Allah Ta’ala dalam banyak ayat al-Qur’an, di antaranya firman-Nya,

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs ِAn Nahl: 97)

Dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman,

وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعاً حَسَناً إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ

“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu (di dunia) sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya (di akhirat nanti)” (Qs Huud: 3)

Dalam mengomentari ayat-ayat di atas, Ibnul Qayyim mengatakan, “Dalam ayat-ayat ini Allah Ta’ala menyebutkan bahwa Dia akan memberikan balasan kebaikan bagi orang yang berbuat kebaikan dengan dua balasan: balasan (kebaikan) di dunia dan balasan (kebaikan) di akhirat.” (Al Waabilush Shayyib, hal. 67, Cet. Darul Kitaabil ‘Arabi)

Oleh karena itulah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan ibadah shalat, yang dirasakan sangat berat oleh orang-orang munafik, sebagai sumber kesejukan dan kesenangan hati, dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وجعلت قرة عيني في الصلاة

“Dan Allah menjadikan qurratul ‘ain bagiku pada (waktu aku melaksanakan) shalat.” (HR. Ahmad 3/128, An Nasa’i 7/61 dan imam-imam lainnya, dari Anas bin Malik, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ish Shagiir, hal. 544)

Makna qurratul ‘ain adalah sesuatu yang menyejukkan dan menyenangkan hati. (Lihat Fatul Qadiir, Asy Syaukaani, 4/129)

Sikap seorang mukmin dalam menghadapi masalah

Dikarenakan seorang mukmin dengan ketakwaannya kepada Allah Ta’ala, memiliki kebahagiaan yang hakiki dalam hatinya, maka masalah apapun yang dihadapinya di dunia ini tidak membuatnya mengeluh atau stres, apalagi berputus asa. Hal ini disebabkan karena keimanannya yang kuat kepada Allah Ta’ala sehingga membuat dia yakin bahwa apapun ketetapan yang Allah Ta’ala berlakukan untuk dirinya maka itulah yang terbaik baginya. Dengan keyakinannya ini Allah Ta’ala akan memberikan balasan kebaikan baginya berupa ketenangan dan ketabahan dalam jiwanya. Inilah yang dinyatakan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya,

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali denga izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs At Taghaabun: 11)

Ibnu Katsir mengatakan, “Makna ayat ini: seseorang yang ditimpa musibah dan dia meyakini bahwa musibah tersebut merupakan ketentuan dan takdir Allah, sehingga dia bersabar dan mengharapkan (balasan pahala dari Allah Ta’ala), disertai (perasaan) tunduk berserah diri kepada ketentuan Allah tersebut, maka Allah akan memberikan petunjuk ke (dalam) hatinya dan menggantikan musibah dunia yang menimpanya dengan petunjuk dan keyakinan yang benar dalam hatinya, bahkan bisa jadi Dia akan menggantikan apa yang hilang darinya dengan yang lebih baik baginya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 8/137)

Inilah sikap seorang mukmin dalam menghadapi musibah yang menimpanya. Meskipun Allah Ta’ala dengan hikmah-Nya yang maha sempurna telah menetapkan bahwa musibah itu akan menimpa semua manusia, baik orang yang beriman maupun orang kafir, akan tetapi orang yang beriman memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang kafir, yaitu ketabahan dan pengharapan pahala dari Allah Ta’ala dalam mengahadapi musibah tersebut. Tentu saja semua ini akan semakin meringankan beratnya musibah tersebut bagi seorang mukmin.

Dalam menjelaskan hikmah yang agung ini, Ibnul Qayyim mengatakan, “Sesungguhnya semua (musibah) yang menimpa orang-orang yang beriman dalam (menjalankan agama) Allah senantiasa disertai dengan sikap ridha dan ihtisab (mengharapkan pahala dari-Nya). Kalaupun sikap ridha tidak mereka miliki maka pegangan mereka adalah sikap sabar dan ihtisab (mengharapkan pahala dari-Nya). Ini (semua) akan meringankan beratnya beban musibah tersebut. Karena setiap kali mereka menyaksikan (mengingat) balasan (kebaikan) tersebut, akan terasa ringan bagi mereka menghadapi kesusahan dan musibah tersebut. Adapun orang-orang kafir, maka mereka tidak memiliki sikap ridha dan tidak pula ihtisab (mengharapkan pahala dari-Nya). Kalaupun mereka bersabar (menahan diri), maka (tidak lebih) seperti kesabaran hewan-hewan (ketika mengalami kesusahan). Sungguh Allah telah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya,

وَلا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لا يَرْجُونَ

“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan.” (Qs An Nisaa’: 104)

Oleh karena itu, orang-orang mukmin maupun kafir sama-sama menderita kesakitan. Akan tetapi, orang-orang mukmin teristimewakan dengan pengharapan pahala dan kedekatan dengan Allah Ta’ala.” (Ighaatsatul Lahfan, hal. 421-422, Mawaaridul Amaan)

Hikmah cobaan

Di samping sebab-sebab yang kami sebutkan di atas, ada faktor lain yang tak kalah pentingnya dalam meringankan semua kesusahan yang dialami seorang mukmin dalam kehidupan di dunia, yaitu dengan dia merenungkan dan menghayati hikmah-hikmah agung yang Allah Ta’ala jadikan dalam setiap ketentuan yang diberlakukan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Karena dengan merenungkan hikmah-hikmah tersebut dengan seksama, seorang mukmin akan mengetahui dengan yakin bahwa semua cobaan yang menimpanya pada hakikatnya adalah justru untuk kebaikan bagi dirinya, dalam rangka menyempurnakan keimanannya dan semakin mendekatkan diri-Nya kepada Allah Ta’ala.

Semua ini di samping akan semakin menguatkan kesabarannya, juga akan membuatnya selalu bersikap husnuzh zhann (berbaik sangka) kepada Allah Ta’ala dalam semua musibah dan cobaan yang menimpanya. Dengan sikap ini Allah Ta’ala akan semakin melipatgandakan balasan kebaikan baginya, karena Allah akan memperlakukan seorang hamba sesuai dengan persangkaan hamba tersebut kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam sebuah hadits qudsi:

أنا عند ظنّ عبدي بي

“Aku (akan memperlakukan hamba-Ku) sesuai dengan persangkaannya kepadaku.” (HSR al-Bukhari no. 7066 dan Muslim no. 2675)

Makna hadits ini: Allah akan memperlakukan seorang hamba sesuai dengan persangkaan hamba tersebut kepada-Nya, dan Dia akan berbuat pada hamba-Nya sesuai dengan harapan baik atau buruk dari hamba tersebut, maka hendaknya hamba tersebut selalu menjadikan baik persangkaan dan harapannya kepada Allah Ta’ala. (Lihat kitab Faidhul Qadiir, 2/312 dan Tuhfatul Ahwadzi, 7/53)

Di antara hikmah-hikmah yang agung tersebut adalah:

[Pertama]

Allah Ta’ala menjadikan musibah dan cobaan tersebut sebagai obat pembersih untuk mengeluarkan semua kotoran dan penyakit hati yang ada pada hamba-Nya, yang kalau seandainya kotoran dan penyakit tersebut tidak dibersihkan maka dia akan celaka (karena dosa-dosanya), atau minimal berkurang pahala dan derajatnya di sisi Allah Ta’ala. Oleh karena itu, musibah dan cobaanlah yang membersihkan penyakit-penyakit itu, sehingga hamba tersebut akan meraih pahala yang sempurna dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah Ta’ala (Lihat keterangan Ibnul Qayyim dalam Ighaatsatul Lahfan hal. 422, Mawaaridul Amaan). Inilah makna sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Orang yang paling banyak mendapatkan ujian/cobaan (di jalan Allah Ta’ala) adalah para Nabi, kemudian orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan) dan orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan), (setiap) orang akan diuji sesuai dengan (kuat/lemahnya) agama (iman)nya, kalau agamanya kuat maka ujiannya pun akan (makin) besar, kalau agamanya lemah maka dia akan diuji sesuai dengan (kelemahan) agamanya, dan akan terus-menerus ujian itu (Allah Ta’ala) timpakan kepada seorang hamba sampai (akhirnya) hamba tersebut berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak punya dosa (sedikitpun)” (HR At Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4023, Ibnu Hibban 7/160, Al Hakim 1/99 dan lain-lain, dishahihkan oleh At Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al Hakim, Adz Dzahabi dan Syaikh Al Albani dalam Silsilatul Ahaadits Ash Shahihah, no. 143)

[Kedua]

Allah Ta’ala menjadikan musibah dan cobaan tersebut sebagai sebab untuk menyempurnakan penghambaan diri dan ketundukan seorang mukmin kepada-Nya, karena Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang selalu taat beribadah kepada-Nya dalam semua keadaan, susah maupun senang (Lihat keterangan Ibnul Qayyim dalam Ighaatsatul Lahfan, hal. 424, Mawaaridul amaan) Inilah makna sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Alangkah mengagumkan keadaan seorang mukmin, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.” (HSR Muslim no. 2999)

[Ketiga]

Allah Ta’ala menjadikan musibah dan cobaan di dunia sebagai sebab untuk menyempurnakan keimanan seorang hamba terhadap kenikmatan sempurna yang Allah Ta’ala sediakan bagi hamba-Nya yang bertakwa di surga kelak. Inilah keistimewaan surga yang menjadikannya sangat jauh berbeda dengan keadaan dunia, karena Allah menjadikan surga-Nya sebagai negeri yang penuh kenikmatan yang kekal abadi, serta tidak ada kesusahan dan penderitaan padanya selamanya. Sehingga kalau seandainya seorang hamba terus-menerus merasakan kesenangan di dunia, maka tidak ada artinya keistimewaan surga tersebut, dan dikhawatirkan hamba tersebut hatinya akan terikat kepada dunia, sehingga lupa untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang kekal abadi di akhirat nanti (Lihat keterangan Ibnul Qayyim dalam Ighaatsatul Lahfan, hal. 423, Mawaaridul Amaan dan Ibnu Rajab dalam Jaami’ul ‘Uluumi wal Hikam, hal. 461, Cet. Dar Ibni Hazm). Inilah di antara makna yang diisyaratkan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

كن في الدنيا كأنك غريب أو عابر سبيل

“Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan.” (HSR Al Bukhari no. 6053)

Penutup

Sebagai penutup, kami akan membawakan sebuah kisah yang disampaikan oleh Ibnul Qayyim tentang gambaran kehidupan guru beliau, Imam Ahlus Sunnah wal Jama’ah di zamannya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –semoga Allah merahmatinya–. Kisah ini memberikan pelajaran berharga kepada kita tentang bagaimana seharusnya seorang mukmin menghadapi cobaan dan kesusahan yang Allah Ta’ala takdirkan bagi dirinya.

Ibnul Qayyim bercerita, “Allah Ta’ala yang Maha Mengetahui bahwa aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih bahagia hidupnya daripada gurunya, Ibnu Taimiyyah. Padahal kondisi kehidupan beliau sangat susah, jauh dari kemewahan dan kesenangan duniawi, bahkan sangat memprihatinkan. Ditambah lagi dengan (siksaan dan penderitaan yang beliau alami di jalan Allah Ta’ala), yang berupa (siksaan dalam) penjara, ancaman dan penindasan (dari musuh-musuh beliau). Tapi bersamaan dengan itu semua, aku mendapati beliau adalah termasuk orang yang paling bahagia hidupnya, paling lapang dadanya, paling tegar hatinya serta paling tenang jiwanya. Terpancar pada wajah beliau sinar keindahan dan kenikmatan hidup (yang beliau rasakan). Kami (murid-murid Ibnu Taimiyyah), jika kami ditimpa perasaan takut yang berlebihan, atau timbul (dalam diri kami) prasangka-prasangka buruk, atau (ketika kami merasakan) kesempitan hidup, kami (segera) mendatangi beliau (untuk meminta nasehat), maka dengan hanya memandang (wajah) beliau dan mendengarkan ucapan (nasehat) beliau, serta merta hilang semua kegundahan yang kami rasakan dan berganti dengan perasaan lapang, tegar, yakin dan tenang.” (Al Waabilush Shayyib, hal. 67, Cet. Darul Kitaabil ‘Arabi)

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Kota Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 15 Rabi’ul awwal 1430 H

***

Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim Al Buthoni, Lc.
Artikel www.muslim.or.id

Kiat Menjadi Pengusaha Muslim Sejati

Berdagang pada dasarnya merupakan salah satu pekerjaan yang sangat mulia, bahkan Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dan sebagian shahabat beliau adalah para pedagang profesional. Namun di sisi lain Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam juga memperingatkan kita semua, bahwa tempat terburuk yang dibenci Allah adalah pasar.

Tentu bukanlah pasarnya yang salah, namun penghuninya, penjual dan pembelinya. Berapa banyak pedagang yang sibuk dengan dagangannya sehingga meninggalkan shalat dan dzikrullah, berapa banyak kecurangan, penipuan, riba dan berbagai kejahatan terjadi di pasar. Dan tentunya masih banyak lagi pola dan sistim pasar yang bertabrakan dengan syariat dipraktekkan di sana, yang penting dapat uang bagaimanapun caranya.

Dalam tulisan ini, akan kami ketengahkan beberapa kiat menjadi seorang pedagang muslim sejati, yang senantiasa memperhatikan norma dan hukum dalam berdagang. Semoga bermanfaat, bukan untuk mereka yang menggeluti dunia dagang saja, namun untuk kaum muslimin semua.

Kenalilah Dunia

Dunia -sebagaimana namanya- adalah sesuatu yang hina dan kecil dihadapan Allah Subhannahu wa Ta'ala, sebagaimana disabdakan Nabi Shalallaahu alaihi wasalam,
Artinya, "Dunia ini terlaknat, terlaknat juga apa yang ada di dalam-nya, kecuali dzikrullah dan segala yang mendukungnya, serta orang yang belajar ilmu dan mengajarkannya." (HR. At Tirmidzi dan berkata, "Hadits Hasan Shahih”).

Dunia, dengan segala isinya, kekayaan alamnya, keindahannya, hartanya, pencakar langit dan istana-nya, mobil-mobil, barang dagangan, gunung, laut, bahkan langit dan bumi-nya tidaklah sebanding dengan sayap nyamuk di hadapan Allah.

Oleh karena itu mencurahkan perhatian secara total dan sepenuhnya untuk dunia adalah kesalahan yang fatal. Seorang mukmin janganlah berbangga-bangga dengan dunia yang diperoleh dan jangan berduka tatkala kehilangannya.

Dunia, sebagaimana diberitahukan oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam adalah penjara bagi orang mukmin dan sorganya orang kafir. Orang mukmin di dunia ibarat sedang dipenjara, menjalankan berbagai ketaatan dan ibadah, mengekang dari segala hal yang haram yang hawa nafsu selalu condong kepadanya. Sedangkan orang kafir menganggap hidup di dunia ibarat di sorga, ia turuti segala kemauannya, bersenang-senang, makan enak dan kenyang, tak peduli halal haram, segala cara ditempuh untuk mendapatkan kesenangan.

Orang mukmin selalu ingat bahwa mereka diciptakan di dunia adalah untuk beribadah kepada Allah, sedangkan orang kafir berpandangan bahwa hidup didunia adalah untuk bersenang-senang saja.

Sungguh mengerikan kalau kita menyadari bahwa kelak kita akan ditanya tentang harta yang kita dapatkan di dunia, dari mana kita peroleh dan ke mana kita belanjakan? Siapkah kita mempertanggung jawab-kan setiap rupiah yang masuk ke kantong kita, setiap suap yang masuk ke dalam perut kita? Sudahkah kita punya jawabannya?

Dunia itu Terbatas

Semua yang kita miliki pasti akan kita tinggalkan, entah hari ini atau besok. Kalau seseorang telah mengumpulkan harta yang begitu banyak dengan cara yang haram atau menumpuknya tanpa mau membelanjakan untuk kebaikan, maka sungguh keru-gian besar atasnya.

Dia capek-capek bekerja, namun ahli waris yang menikmatinya, mereka bergembira dengan harta itu sedangkan dia menderita dengan siksa, mereka tak berperang, namun menikmati harta rampasan. Barulah ketika itu timbul rasa sesal, "Wahai andaikan aku mempersiapkan diri ketika hidup di dunia, andaikan aku berkerja dengan cara yang halal dan mubah, andaikan dulu sebagian hartaku ku gunakan untuk menyantuni anak yatim dan fakir miskin, untuk mem-bantu dakwah, membangun masjid, madrasah, andaikan…dan andaikan ini dan itu. Namun hari itu dia hanya bisa gigit jari, menyesali segala perbuatan-nya ketika masih hidup di dunia, ingin rasanya kembali ke dunia tapi …
(Demikianlah keadaan orang- orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata, "Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguh-nya itu adalah perkataan yang diucap-kan saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibang-kitan.” (QS. 23: 99-100)

Mumpung Masih Ada Kesempatan

Bersyukur, itulah yang layak kita lakukan karena Allah masih memberi-kan kesempatan kepada kita untuk memperbaiki diri. Membuka lembaran baru yang lebih baik dan terang, memperlurus seluruh langkah kehi-dupan. Dan yang penting mengapli-kasikan syukur itu dengan melakukan segala yang diridhai Allah, termasuk menjauhi penghasilan yang haram dan berdagang dengan cara yang dilarang Allah. Beruntung kita ketika dapat memposisikan diri sebagai orang yang telah mati lalu kita memohon kepada Allah untuk dikembalikan ke dunia dan permohonan kita dikabulkan. Maka apakah kita akan mengulangai seluruh dosa yang kita lakukan ? Apakah tidak selayaknya kita merubah jalan hidup dan perilaku salah kita? Jangan lagi perdagangan melalaikan kita dari ibadah, dzikir dan bersyukur kepada Allah, jangan lagi mengkhianati amanat Allah, dan jangan sampai meninggal-kan tanggung jawab sebagai seorang hamba.

Belajar Dulu Sebelum Berdagang

Seorang yang akan terjun ke dunia dagang maka "wajib ain" atasnya mempelajari fikih perdagangan dan muamalah. Sebab tidak diragukan lagi, bahwa orang yang tidak belajar masalah tersebut kemudian terjun ke dunia dagang dan bisnis, maka sangat mungkin akan terjerumus ke dalam keharaman.

Ali bin Abi Thalib Radhiallaahu anhu berkata, "Seorang pedagang jika tidak mengetahui hukum, maka akan terjerumus ke dalam riba, tenggelam dan teng-gelam"
Sedangkan Umar bin Khatthab Radhiallaahu anhu mengatakan, "Siapa yang tidak faham masalah agama janganlah sekali-kali berdagang di pasar kami."

Jangan lupa selalu menanyakan kepada para ulama tentang segala permasalahan dagang yang belum jelas agar jangan sampai kita masuk ke area yang tidak hahal. Sebab teori dagang senantiasa berkembang dari hari ke hari, dan para ulama insya Allah akan memberikan wawasan kepada kita tentang mana yang halal dan mana yang haram.

Kiat Muslim dalam Berdagang

1. Jujur
Nabi Shalallaahu alaihi wasalam telah bersabda yang artinya, "Pedagang yang jujur dan terpercaya bersama para nabi, shiddiqin dan syuhada." (HR. At-Tirmidzi, beliau mengatakakan,"Hadits hasan")

Di dalam hadits lain juga disebutkan, yang artinya :
"Dua orang yang berjual beli memiliki khiyar (hak pilih) sebelum keduanya berpisah, jika mereka berdua jujur, maka jual belinya mendapatkan berkah. Dan jika keduanya menyembunyikan cacat serta bedusta, maka hilanglah keberkahannya." (Muttafaq 'alaih)

2. Toleran dan Mempermudah Urusan
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersbada,
Artinya, "Semoga Allah merahmati seorang hamb a yang toleran apabila menjual, toleran jika membeli dan toleran dalam tuntutan." (HR al Bukhari)

3. Jangan Menipu
Masyarakat Islami ditegakkan di atas amanah, sistem yang bersih, nasehat menasehati dan meninggalkan segala bentuk penipuan dan kecurangan. Menipu dapat melenyapkan berkah, mendatangkan murka dan siksa Allah Ta'ala serta menjerumuskan ke dalam api neraka. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam telah bersabda,
Artinya, "Barang siapa yang menipu, maka bukan termasuk golongan kami." (HR Muslim).

Beliau juga menegaskan di dalam hadits lain yang artinya, "Barang siapa yang menipu, maka bukanlah termasuk golongan kami, makar dan tipudaya adalah di neraka."

4. Jangan Curang dalam Takaran dan Timbangan
Sebagaimana diperingatkan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam firman Nya,
“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, ((yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apa-bila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi”. (QS. 83:1-3)

Ibnu Abbas meriwayatkan, “Bahwa tatkala Nabi Shalallaahu alaihi wasalam tiba di Madinah, ternyata banyak penduduknya yang curang di dalam takaran. Kemudian Allah menurunkan surat al Muthaffifin, maka akhirnya mereka membaguskan takaran setelah turun ayat itu.” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban, dihasankan al Albani)

5. Tidak Menimbun Barang
Trik seperti ini sering dilakukan oleh para pedagang, apalagi pedagang dimasa ini yang rata-rata tidak tahu hukum dan aturan. Dengan menimbun barang dagangan, mereka ingin agar harga menjadi tinggi, karena jika permintaan banyak sedangkan barang yang beredar sedikit, maka harga dapat dimainkan sekehendak penjual.
Ini adalah model perdagangan yang licik, dan Nabi Shalallaahu alaihi wasalam telah bersabda, "Barang siapa yang menimbun barang, maka dia telah berdosa." (HR. Muslim)

6. Jangan Bersumpah Palsu
Nabi Shalallaahu alaihi wasalam telah memperingatkan kita dari hal ini melaui sabdanya,
Artinya, "Sumpah yang buruk (dusta) melenyapkan barang perdagangan dan menghalangi berkah penghasilan."(Muttafaq 'alaih)

7. Jauhi Riba
Sebagaimana telah diperingatkan oleh Allah melalui firman Nya,
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut), jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasulnya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya”. (QS. 2:278-279)

Peringatan Untuk Kita

- Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda kepada Ka'ab bin 'Ujrah, artinya, "Wahai Ka'ab bin 'Ujrah! Sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari barang yang haram (suht)."

- Ibnu Abbas Radhiallaahu anhum pernah mengatakan, "Mencari penghasilan yang halal lebih berat daripada memindahkan satu gunung ke gunung yang lain."

- Yunus bin Ubaid berkata, "Aku tidak mengetahui sesuatu yang paling langka daripada dirham halal yang diinfakkan."
Ini dikatakan pada Zaman Yunus bin Ubaid, lalu kita akan berbicara apa pada masa ini? Di zaman tatkala sistim kapitalisme dan ribawi sudah merajalela, pelaku dagang dan bisnis jarang yang tahu fikih dan hukum perdagangan?

- Berkata pula Yahya bin Muadz, "Kataatan itu tersimpan di dalam perbendaharaan Allah Subhannahu wa Ta'ala, kunci-kunci-nya adalah doa, sedang gigi-giginya adalah suapan yang halal."

Wallahu a’lam bisshawab.

Sumber : “Risalah ‘Ajilah ilat Taajir al-Muslim” Khalid Abu Shalih. (Abu Ahmad Taja)
(Jum'at, 26 Ramadhan 1424H/21112003 M )

Sumber : http://www.alsofwah.or.id/cetakannur.php?id=255

Software Akuntansi yang Sesuai Untuk Semua Jenis Usaha

Software akuntansi bisa beragam dari yang mulai yang menawarkan banyak solusi untuk perusahaan besar sampai daftar sederhana yang mencatat pemasukan dan pengeluaran. Solusi akuntansi yang sederhana paling cocok untuk usaha kecil.

Paket akunting yang paling komprehensif memberikan informasi laporan keuangan dan dikelola oleh tim yang terdiri dari akuntan yang berkwalitas didukung oleh administrasi, tata buku, dan hasil dari pengolahan data yang otomatis.

Standar akuntansi yang berbeda dibutuhkan oleh software akuntansi untuk kesesuaian tujuan dan kebutuhan klien. Sistem pembukuan berpasangan yang otomatis dari sistem database dan diatur dalam modul finansial normalnya akan menjadi pilihan banyak perusahaan publik. Pembukuan sistem tunggal tidak dapat digunakan sebagai solusi akuntansi bagi perseroan terbatas dikarenakan persyaratan audit dan to audit peraturan perundang-undangan.

Namun, pembukuan tunggal bisa digunakan di usaha yang lebih kecil yang memelihara pengendalian keuangan melalui pengetahuan transaksi finansial yang memadai. Tujuan utama dari pedagang tunggal lebih menitikberatkan pada pengerjaan pajak dan melengkapi formulir pengembalian pajak tahunan dan periodik.

Tingkat software akuntansi yang paling canggih di perusahaan besar mencerminkan fungsi akuntansi di dalam organisasi dengan berbagai modul finansial untuk piutang, utang, stok, jurnal, dan aset tetap. Modul-modul akuntansi ini juga terintegrsi dengan fungsi non akuntansi, seperti produksi dan pengiriman yang juga terbagi dalam beberapa modul terpisah didalam fungsi akuntansi.

Di perusahaan yang lebih besar, buku catatan penjualan dan input perputaran sales akan menjadi tanggung-jawab sebuah departemen sementara fungsi piutang mungkin saja dipisah dengan fungsi kendali kredit didalam modul akuntansi. Divisi yang lain juga termasuk administrasi penjualan dan rekaman pelanggan. Hutang dagang biasanya multi fungsi dengan bagian pembelian, penagihan, dan keterlambatan pembayaran.

Software akuntansi untuk perusahaan dan organisasi yang lebih kecil biasanya merupakan sistem input data transaksi penting yang didalamnya termasuk pemasukan penjualan, pembelian dan transaksi kas dan bank.

Pengetahuan akuntansi biasa diperlukan untuk mengelola sistem software database akuntansi. Pengetahuan finansial biasanya banyak dibutuhkan oleh perusahaan yang menggunakan tenaga pembukuan atau akuntan untuk memasukkan data dan diperusahaan menengah juga memperkerjakan akuntan untuk mengelola fungsi akunting.

Kebutuhan pengetahuan akuntansi dalam sistem database terpisah dengan pemahaman prinsip input data dan relevansi aturan yang harus diikuti. Tapi yang terpenting adalah pemahaman prinsip akuntansi diperlukan untuk memahami apa yang terjadi dengan sejumlah informasi setelah input data. Dan yang terpenting, seorang akuntan yang berkwalitas dengan pengetahuan finansial, pelatihan dan pengalaman tahu apa yang seharusnya dihasilkan oleh sistem dan bagaimana mengelola database untuk mendapatkan informasi.

Sistem software database akuntansi tidak hanya menghasilkan rekaman finansial dengan kwalitas yang tinggi tapi juga menawarkan sejumlah alternatif kontrol finansial baik bagi manajemen bisnis junior dan senior. Fungsi akuntansi juga memiliki keamanan untuk menghasilkan profit periodik, laporan keuangan dan laporan keuangan lainnya untuk pajak dan tujuan kontrol.

Solusi akuntansi yang membutuhkan sedikit pembukuan atau pengetahuan akuntansi biasanya berdasarkan lembar kerja karena ini adalah metode yang paling transaparan untuk melihat akun.

Perusahaan kecil harus berupaya mendapatkan software akuntansi berdasarkan prinsip jurnal dua lajur seperti pada pembuatan laba rugi untuk menunjukkan akurasi dan integritas rekaman keuangan. StAndar akuntansi mensyaratkan perusahaan untuk memiliki sistem kendali finansial dan software akuntansi merupakan alat yang paling penting untuk digunakan.

Beberapa pengetahuan akuntansi baik dari manajemen atau outsourcing jasa pembukuan biasanya diminta dengan solusi akuntansi database sekalipun yang paling sederhana, tetap memerlukan pemahaman terhadap apa yang dimaksud dengan buku besar piutang, buku besar hutang dan akun penting.

Ada juga kemungkinan lain dan bisnis yang hanya membutuhkan pengetahuan akuntansi yang minim yang bisa menggunakan lembar kerja berbasis software akuntansi. Software akuntansi yang dihimpun dari lembar kerja kurang fleksibel dan biasanya tidak memiliki rentang pilihan yang dimiliki sistem database dikarenakan kurangnya ketersediaan database. Kekurangan fleksibilitas ini diganti dengan kenyataan bahwa semua input bisa dilihat, transparan, dan perubahan bisa dilakukan dengan lebih mudah.

Secara finansial, distributor dan pengusaha memiliki kebutuhan software akuntansi yang jauh berbeda. Mulai dari akun penting, mutasi neraca dan berbagai aspek pengendalian keuangan. Aspek terpenting dari software akuntasi untuk pekerja mandiri biasanya menghasilkan serangkaian akun untuk tujuan pajak.

Pengusaha kecil yang tidak memerlukan neraca bisa menggunakan software akuntansi berdasarkan pembukuan satu kolom dari pada dua kolom dan dengan berkurangnya persyaratan pengendalian finansial maka semakin berkurang pula dana yang dibutuhkan oleh sistem. Dalam hal ini, solusi akuntansi yang lebih sederhana akan lebih baik dan solusi akuntansi yang tertulis di lembar kerja bisa menghasilkan laba setelah pajak akan memenuhi persyaratan.

Oleh: Terry Cartwright
Sumber: www.articlebase.com
Diterjemahkan oleh: Iin - Tim Pengusahamuslim.com

Jumat, 26 Juni 2009

Ketika Pagi Menjelang

Rasulullah tidak pernah melewatkan malamnya kecuali untuk beribadah kepada Allah SWT. Dalam beberapa ayat al-qur'an disebutkan keutamaan beribadah pada malam hari khususnya sepertiga malam terakhir. Istighfar yang dilakukan oleh Rasulullah tidak kurang dari tujuh puluh kali dalam sehari semalam. Kemudian menyambut pagi dengan shubuh berjama'ah. Awal pagi yang penuh keberkahan. Kegiatannya tidak sampai di situ. Paginya dilanjutkan dengan menyampaikan ilmu Allah untuk memuaskan dahaga para sahabat akan pengetahuan. Juga amal shalih - amal shalih lainnya, sehingga harinya diawali dengan pagi yang penuh kebajikan.

Apa yang dilakukan oleh Rasulullah kemudian dilanjutkan generasi sahabat yang hidup pada masa Rasulullah. Mereka berlomba-lomba berbuat kebajikan sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Sholat malam sebagaimana Rasulullah, tidak ketinggalan shubuh berjama'ah, bersedekah, menjenguk orang sakit, semua dilakukan di pagi hari sehingga hari - hari yang dilalui menjadi hari-hari yang penuh keberkahan pula. Bahkan peperangan pun dilakukan di awal hari. Berbagai strategi pertempuran dibahas di pagi hari. Allah sendiri mengabadikan waktu tersebut dengan menurunkan surat Al-Fajr. Apa yang dilakukan oleh sahabat kemudian diikuti generasi tabi'in, tabi'it tabi'in, dan generasi salafushshalih berikutnya sehingga lahirlah ulama-ulama yang memberikan pengajaran-pengajaran islam yang karya-karyanya tetap abadi sampai saat ini. Kemudian lahir juga ulama yang menggawangi madzhab-madzhab yang berkembang saat ini. Itu semua adalah buah dari kebajikan awal hari yaitu pagi.

Sebagai mukmin, tentunya sudah sepatutnya kita mengikuti apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah, sahabat, tabi'it tabi'in, dan generasi salafushshalih tersebut. Sudah sepatutnya pagi kita mulai dengan berbagai kebajikan. Sholat malam delapan rakaat, tiga witir atau minimal dua rakaat sholat malam dan satu witir. Kemudian bermunajat dengan memperbanyak tasbih, tahlil, tahmid, dan istighfar. Kemudian shubuh tepat waktu dan di masjid berjama'ah untuk laki-laki. Rasulullah SAW melalui sabdanya mengingatkan umatnya yang susah sholat berjama'ah termasuk ke dalam golongan munafik. Kebajikan yang dapat dilakukan berikutnya adalah mempelajari ilmu agama atau tilawah al-qur'an. Tidak menutup kemungkinan banyak kebajikan lain yang lebih harus diprioritaskan misalnya melayat orang meninggal atau menengok orang sakit.

Saudaraku, begitu banyak kebajikan yang dapat kita lakukan di pagi hari. Sudah sepatutnya kita sebagai umat Muhammad menyambut seruan dan ajarannya untuk berbuat bajik di awal hari sehingga kita akan dapat menemukan ketentraman di siang dan malam harinya bahkan di hari berikutnya.

Wallahu'alam Bishshawwab

Kamis, 25 Juni 2009

Doa Memohon Ridho Di Dalam Hati

Suatu ketika Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan sebuah doa sangat panjang kepada sahabat Zaid bin Tsabit radhiyallahu ’anhu. Lalu Zaid radhiyallahu ’anhu diperintahkan oleh Nabi shollallahu ’alaih wa sallam untuk membacanya setiap hari, bahkan diharuskan kepadanya untuk menyuruh keluarganya membaca pula. Doa ini sangat panjang, namun ada bagian sangat penting dari doa tersebut yang berkaitan dengan sikap seorang beriman menghadapi berbagai realitas dunia, baik yang menyenangkan maupun yang terasa pahit. Sebab hidup kita di dunia senantiasa diwarnai oleh dinamika yang berubah-ubah. Kadang kita diberi senang, kadang mengalami derita. Kadang sehat kadang sakit. Kadang menang kadang kalah. Kadang lapang, kadang sempit. Ada perjumpaan, ada perpisahan. Ada kelahiran, ada kematian. Itulah dunia. Semua serba fana, tidak ada yang lestari.



Seorang yang beriman dikagumi oleh Nabi shollallahu ’alaih wa sallam. Beliau sedemikian kagum akan karakter mu’min sehingga pernah suatu ketika beliau mengutarakan takjub akan fenomena orang beriman.



عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ



“Sungguh menakjubkan urusan orang beriman! Sesungguhnya semua urusannya baik. Dan yang demikian tidak dapat dirasakan oleh siapapun selain orang beriman. Jika ia memperoleh kebahagiaan, maka ia bersyukur. Bersyukur itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa mudharat, maka ia bersabar. Dan bersabar itu baik baginya.” (HR Muslim 5318)



Saudaraku, berdasarkan hadits di atas berarti perjalanan hidup seorang mu’min adalah suatu rentetan penyesuaian sikap terhadap realitas yang Allah taqdirkan atas dirinya. Bila ia mengalami suatu hal yang menyenangkan, kemenangan, memperoleh karunia, nikmat, anugerah atau rezeki, maka pandai-pandailah ia mensyukurinya. Sebaliknya, bila ia ditimpa mudharat, kekalahan, duka, lara, nestapa atau kehilangan sesuatu atau seseorang, maka hendaklah ia kuat-kuat menyabarkan dirinya. Jadi inilah hakikat hidup seorang mu’min. Nah, agar kita memiliki kemampuan untuk senantiasa istiqomah dalam bersyukur kala senang dan bersabar kala sedih, doa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam yang diajarkan kepada sahabat Zaid radhiyallahu ’anhu mungkin dapat membantu kita. Doanya adalah sebabgai berikut:





“Ya Allah, aku mohon ridho (dalam hatiku) sesudah keputusanMu, kesejukan hidup setelah kematian, kelezatan memandang wajahMu dan kerinduan berjumpa denganMu.” (HR Ahmad 20678)



Pertama, kita memohon kepada Allah agar sikap ridho selalu menghiasi hati kita. Ridho di sini maksudnya menghadapi segala keputusan Allah yang telah ditaqdirkan atas diri kita. Biasanya manusia mudah untuk ridho terhadap taqdir Allah yang menyenangkan. Mana ada orang menyesal ketika Allah kasih dia rezeki? Tapi jangan salah, saudaraku. Maksud ridho di sini ialah agar keridhoan itu tampil dalam bentuk pandai bersyukur ketika nikmat menyapa kita. Sebab tidak sedikit manusia yang ketika memperoleh suatu karunia lalu lupa mengkaitkan dengan taqdir Allah. Ia lupa untuk selalu menyadari bahwa tidak ada satupun kenikmatan yang sampai kepada manusia kecuali atas izin Allah. Nikmat mampir bukan karena kehebatan seseorang. Betapapun hebatnya seseorang, namun nikmat tidak akan bisa ia peroleh jika Allah tidak izinkan nikmat itu sampai kepada dirinya. Ia bisa memperoleh nikmat semata-mata karena Allah akhirnya mengizinkan nikmat itu sampai kepada dirinya.



Orang biasanya sulit ridho bila menyangkut taqdir Allah yang sifatnya pahit atau tidak menyenangkan. Oleh karenanya doa di atas juga kita baca saat ditimpa kekalahan, duka, lara, nestapa, mudharat agar keridhoan itu tampil dalam bentuk kemampuan untuk bersikap sabar menghadapi apapun yang Allah taqdirkan. Dan jika itu menyangkut suatu hal yang menyedihkan alias musibah jangan kita jadikan Allah sebagai –maaf- ”kambing hitam”nya. Salah satu bentuk sabar ialah seseorang sanggup mengambil pelajaran dari setiap musibah yang menimpa dirinya. Ia mendahulukan untuk menyalahkan dirinya sendiri daripada mencari fihak lain sebagai sebab musibah tersebut. Lalu ia selanjutnya mengkoreksi diri agar tidak jatuh kepada kekeliruan langkah seperti yang ia telah lakukan sebelumnya.



مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ

”Apa saja ni`mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS An-Nisa ayat 79)



Kedua, lalu sisa doanya menyangkut perkara di luar dunia. Coba perhatikan:



أَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ الرِّضَا بَعْدَ الْقَضَاءِ وَبَرْدَ الْعَيْشِ بَعْدَ

الْمَمَاتِ وَلَذَّةَ نَظَرٍ إِلَى وَجْهِكَ وَشَوْقًا إِلَى لِقَائِكَ



“Ya Allah, aku mohon ridho (dalam hatiku) sesudah keputusanMu, kesejukan hidup setelah kematian, kelezatan memandang wajahMu dan kerinduan berjumpa denganMu.” (HR Ahmad 20678)



Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengarahkan Zaid radhiyallahu ’anhu untuk memohon kepada Allah ”...kesejukan hidup setelah kematian, kelezatan memandang wajah Allah dan kerinduan berjumpa dengan Allah.” Mengapa demikian? Karena, saudaraku, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ingin mengingatkan Zaid radhiyallahu ’anhu dan kita semua untuk memandang bahwa apapun yang kita alami di dunia ini –senang maupun sedih- pada hakikatnya adalah perkara kecil dan tidak berarti jika dibandingkan dengan mengingat Allah Yang Maha Besar, mengingat kematian, mengingat perjumpaan dengan Allah. Dan tidak ada kenikmatan yang lebih utama bagi penghuni surga selain memperoleh kesempatan memandang wajah Allah...!



إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ قَالَ يَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى

تُرِيدُونَ شَيْئًا أَزِيدُكُمْ فَيَقُولُونَ أَلَمْ تُبَيِّضْ وُجُوهَنَا أَلَمْ تُدْخِلْنَا

الْجَنَّةَ وَتُنَجِّنَا مِنْ النَّارِ قَالَ فَيَكْشِفُ الْحِجَابَ فَمَا أُعْطُوا

شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنْ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ عَزَّ وَجَلَّ



“Bila penghuni surga telah masuk surga, maka Allah berfirman (kepada mereka): ”Apakah kalian ingin sesuatu untuk Kutambahkan? ” Maka mereka menjawab: ”Bukankah Engkau telah putihkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah masukkan kami ke dalam surga? Dan selamatkan kami dari api neraka?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Maka disingkaplah Al-Hijab (tabir). Sehingga ahli surga tidak memperoleh sesuatu yang lebih mereka sukai daripada memandang wajah Rabb mereka Allah’Azza wa Jalla.” (HR Muslim 266)



Subhanallah...! Penghuni surga memperoleh hak untuk memandang wajah Allah. Suatu kenikmatan yang mengalahkan segenap kenikmatan surga lainnya. Suatu kenikmatan yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai ”tambahan” alias bonus bagi ahli surga.



لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ



”Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya.” (QS Yunus ayat 26)



Saudaraku, bagi seorang mu’min yang sibuk berjuang agar kelak di akhirat berhak memandang wajah Allah, tentulah segenap pengalaman hidup di dunia menjadi terasa kecil. Jika ia mendapat nikmat dia tidak akan lupa diri, karena tidak ada apa-apanya dibandingkan nikmat memandang wajah Allah yang ia idam-idamkan selalu. Jika tertimpa kesulitan ia akan bersabar dengan meyakini bahwa semoga kesabaran itu akan menyebabkan ia berhak memandang wajah Allah disamping diselamatkan dari api neraka. Dan tentulah di antara modal utama untuk berhak memandang wajah Allah ialah ia selalu sibuk memastikan bahwa apapun yang ia kerjakan di dunia ini adalah semata-mata demi memperoleh wajah Allah alias ikhlas dalam berbuat apapun. InsyaALlah.-



“Ya Allah, aku mohon ridho (dalam hatiku) sesudah keputusanMu, kesejukan hidup setelah kematian, kelezatan memandang wajahMu dan kerinduan berjumpa denganMu.”

Dikutip dari Ringan Berbobot www.eramuslim.com

Allahumma Paksakeun

Setiap kali ada talkshow tentang menulis, saya ditanya, bagaimana sih mulai menulis?

Saya selalu menjawab, ada 2 kata untuk do'a supaya bisa memulai, tidak hanya menulis, tapi juga untuk memulai apa pun yang menurut kita sulit.

Do'anya: ALLAHUMMA PAKSAKEUN

Perbedaan sederhana antara seorang pemenang dengan seorang pecundang adalah bagaimana dia melihat peluang. Kalau PECUNDANG melihat bahwa dibalik KEMUNGKINAN, pasti ada KESULITAN; maka PEMENANG menganggap dibalik setiap KESULITAN pasti ada KEMUNGKINAN.

Itu yang saya pelajari dari orang-orang yang kini meraih kesuksesan. Alhamdulillah, saya bisa belajar langsung darinya. Beberapa diantara para PEMENANG itu adalah:

1. Ade Rai.
Saya mendapat kesempatan untuk mewawancarai ketika menyusun thesis; ingin tahu bagaimana seorang Ade Rai mentransformasi mindset dari seorang atlet menjadi entrepreneur. Kisah hidupnya luar biasa; semuanya tentang bagaimana melihat kemungkinan dari setiap kesulitan. Mulai dari usahanya pergi ke Amerika pertama kali, di tahun 1996, dengan modal uang medali PON yang 'hanya' 5 juta rupiah, ikut lomba, menjadi juara binaraga no. 1 dari 1 peserta; hingga kembali lagi, di tahun 2000, ke Amerika Serikat, berlomba, hingga menjadi Juara Dunia di East and West Coast. Juara dunia lho... Dia satu-satunya binaragawan Indonesia yang mendapat coverage ESPN, dan mendapat respek di dunia binaraga non drugs; walaupun ketika kembali ke Indonesia, berhadapan dengan para pengurus yang berpikiran tak seluas dirinya.

Ini pemenang pertama, yang melihat kemungkinan dari setiap kesulitan.

2. Helmy Yahya
Saya mendapat kesempatan untuk menulis buku dengan wawancara, selama 3 bulan di tahun 2005. Mengikuti kisah hidupnya, mulai dari rumah di Gang Gading, yang tak masuk mobil; karena di dalam gang, hingga pergi ke Jakarta, menumpang bis dengan penumpang 4 orang, salah satu harus menunduk ketika ada polisi, supaya tak ditilang. Kuliah, berbisnis, jadi ketua senat, juara, hingga berjualan pakaian karungan sampai menulis 7 buku, demi mengejar hidup yang lebih baik. Siapa yang tak kenal Helmy Yahya kini? Utamanya mereka yang memiliki televisi? Memang kisah hidupnya tak selalu sempurna; tapi bagaimana menghadapi ketidaksempurnaan itulah yang membedakan kualitas seseorang dari orang yang lainnya. Beruntung saya berada di sekitarnya, melihat dan terlibat dalam proses melihat kemungkinan dari kesulitan.

Helmy Yahya, seperti makna namanya, yang baru diketahui ketika bertemu dengan Bang Faiz, seorang 'guru' di Malang; adalah "Mimpi yang Menghidupkan". Itulah yang Helmy Yahya lakukan, membuat tayangan 'mimpi' yang menghidupkan, menggugah banyak orang.

3. Elang Gumilang
Saya mendapat kesempatan untuk bicara, mengetahui dan rencananya menulis buku tentang dia. Sekarang sedang sibuk menyelesaikan studinya di IPB. Orangnya sederhana, proses hidupnya luar biasa. Kini sedang berjuang terus untuk meraih apa yang dicita-citakannya. Hobinya tetap sama; menyediakan satu malam di setiap minggu untuk menyepi, i'tikaf di sebuah mesjid atau musholla; karena itu salah satu sumber kekuatan mentalnya menghadapi kehidupan. Yang saya tahu, kebiasannya diam di mesjid, itu dulu pernah menjadi 'marboth' karena rumahnya tak punya kamar sisa untuk dirinya. Diamnya di mesjid adalah karena kesulitan, tak ada kamar di rumah. tapi dijadikan peluang untuk lebih dekat kepada Sang Maha Pemberi Kekuatan.

Seperti namanya, Elang Gumilang; ketajaman matanya akan menghasilkan kegemilangan; semoga Elang sedang menuju kesana.

Ini hanya 3 orang saja yang pernah, sedang berinteraksi dengan saya. Benang merah dari ketiganya adalah bagaimana mereka melihat kemungkinan dari setiap kesulitan. Semoga saja, itu juga menjadi bagian dari cara saya menghadapi setiap kemungkinan dan kesulitan dalam kehidupan; karena saya yakin, setiap kesulitan akan sesuai dengan kemampuan manusia.

Allahumma Paksakuen seringkali menjadi password untuk menghadapi apa pun, dan seringkali menjadi jalan keluar dari setiap kondisi. Allahumma paksakeun bukan hanya tentang pengetahuan dan perhitungan, tapi lebih tentang NYALI.

Semoga.

Tulisannya kang Baban Sarbana

Setting Email dengan Outlook Express

1.Hidupkan software Outlook Express
2. Klik Tools - Accounts
3.Pada Internet Accounts .. klik tombol Add - Mail
4.Lalu Muncul Wizard, Pada Display Name tuliskan nama anda ( misalkan : edwrt ) kemudian Next
5.Pada E-mail Address : tuliskan alamat email anda ( misalkan : edwrt@balinter.net ) kemudian Next
6.Pada incoming server tuliskan :namadomaindana ( misal : balinter.net )
7.Pada Outgoing server tuliskan : namadomainanda ( misal : balinter.net ) atau SMTP ISP anda ( smtp.telkom.net ) Kemudian Next
8.Pada Account name tuliskan alamat email anda lengkap : misal edwrt@balinter.net
9.Pada password tuliskan password anda.
10.Abaikan pilihan Log On Using Security Password Authentication (SPA) Kemudian Next
11.Setelah itu Klik Finish.
12.Pada tampilan Internet Accounts ( bila sudah tidak ada bisa dicari dengan mengklik Tools - Accounts ) klik nama email anda, kemudian klik Properties pada sebelah kanan
13.Pada halaman Properties, Klik bagian servers lalu berilah tanda tigmag (centrang) pada bagian Outgoing Mail Servers, pada pilihan My Server Requires Authentication.
14.Klik OK, Kemudian Close.
15.Outlook Express anda siap digunakan, Klik Send/Recv untuk memeriksa email anda.

Dikutip dari www.balinter.net

BANGKO

Kota Bangko merupakan sebuah kota kabupaten dari sebuah kabupaten di propinsi Jambi, kabupaten Merangin. Kota ini juga merupakan pecahan dari kabupaten Sarko (Sarolangun Bangko). Terletak diantara kota Jambi dan Padang. Sepanjang perjalanan dari kota Jambi sampai dengan kota Padang, kita akan melalui beberapa kota kabupaten lainnya yaitu : Muara Bulian, Muara Tembesi, Sarolangun, Bangko, Muara Bungo, Solok dan terakhir Padang. Diantara kota-kota tersebut maka akan kita dapati bahwa kota Bangko merupakan kota yang paling baru dan relatif paling sepi. Kota ini mulai tumbuh dengan perekonomian yang belum begitu berkembang. Konon, perekonomian di kota ini masih dikuasai oleh penduduk lokal. Etnis china yang selama ini dianggap sebagai penguasa perekonomian belum begitu kelihatan dan kurang diterima.

Kontur kota yang membukit membuat jalan yang hanya berjarak 2 km, naik turun. Pusat perekonomian dan pemerintahan berjejer di sepanjang jalan tersebut. Jalan tersebut bernama jalan jend. Sudirman. Seperti halnya kota-kota lainnya, perekonomian memusat di blok pasar yang menjual segala macam kebutuhan. Sementara pusat pemerintahan terletak persis di depan pusat perekonomian tersebut.

Sementara agak masuk ke dalam dari pasar dan kantor bupati akan kita dapati rumah-rumah penduduk. Bukan komplek, hanya perumahan yang dibangun oleh masing-masing pemilik tanah dan kemudian membentuk seperti komplek perumahan. Rumah-rumahnya relatif luas karena mungkin awalnya tanah di kota ini masih relatif murah. Perumahan tersebut seperti terbagi dengan sendirinya menjadi bagian perumahan yang berduit dan yang biasa saja. Perumahan orang berduit relatif besar dengan struktur bangunan yang kokoh dan mempunyai garasi yang dipenuhi mobil-mobil yang relatif baru. Kemudian blok lainnya dipenuhi oleh perumahan sederhana dan relatif lebih kecil. Namun semua bagian tersebut tertata dengan rapi dan diselingi pepohonan yang tumbuh sembarangan.

Lain lagi dengan perumahan di belakang kantor bupati. Wilayah tersebut dipenuhi oleh perumahan agak elit, hotel, kantor instansi pemerintah dan sekolahan. Suasananya lebih mirip komplek perkantoran. Penduduk kota ini sebagian besar bekerja sebagai pegawai pemerintahan. Menurut cerita yang didapat penulis, sebagian besar kota ini dihuni oleh pendatang dan beretnis jawa.

Kehidupan malam di kota Bangko dipenuhi oleh pedagang kaki lima yang menjual berbagai jenis kebutuhan perut. Tidak sulit untuk menemukan soto betawi atau pecel lele di kota ini. Juga es kelapa muda atau minuman lainnya. Kehidupan malamnya relatif bersih dari kehidupan remang-remang atau yang agak menyerempet maksiat.

Karena kota yang kecil maka angkutan umum yang akan kita dapati adalah ojek, dengan tarif jauh dekat Rp. 5.000,-. Tidak ada angkutan kota atau becak. Dan kebanyakan kendaraan pribadi yang melintas adalah sepeda motor, mobil plat merah, mobil besar double gardan dan sebagian kecil mobil pribadi lainnya. Persis di depan kantor bupati ada tumpukan helm setengah kepala yang ditancapkan pada sebatang tembok berbentuk kayu atau bambu membentuk sebuah prasasti. Dalam 'prasasti' tersebut terdapat tulisan peringatan 'gunakan helm standard', makanya pengendara sepeda motor di kota ini menggunakan helm standard yang menutupi seluruh kepala. Pada saatnya nanti Bangko akan menjadi kota yang lebih maju dengan proses asimilasi plus datangnya investor-investor yang menancapkan kaki usahanya di kota ini, dan akan menjadi tempat persinggahan yang nyaman dengan semua fasilitas yang memadai, semoga. Saat ini kota Bangko belum menjadi tempat yang represetatif untuk sebuah keluarga bagi para pegawai pemerintahan atau pegawai swasta lainnya yang kebetulan ditugaskan di kota ini, berdasarkan pengalaman beberapa teman. Fasilitas-fasilitas yang kurang memadai merupakan salah satu alasannya.

Selasa, 09 Desember 2008

baban...oh...baban

Waktu SMA badannya kecil sama dengan aku. Orangnya agak lucu karena kadang ngelucu walau kadang-kadang garing. Sekarang jadi penulis dan pendamping setia helmy yahya. Aku mengenal Helmy Yahya karena dia pernah jadi kakak kelas di STAN walaupun sangat jauh. Aku tingkat tiga dia udah master dengan master tercepat di Miami. Baban, aku gak tahu juntrungannya, tahu-tahu jadi penulis. Bukunya bagus kok, inspirational. Tulisannya juga. Banyak kenangan yang disajikan dan ingat akan detil kejadiannya. Aku dan mungkin juga teman-teman yang membaca jadi mendapat nostalgia gratis dari kang Baban. Penampilan tetap gitu-gitu aja, badannya juga, sekarang gedean aku. Sekilas tentang Baban Sarbana yang arti namanya Hati-hati ada Pintu. Kalau pembaca lihat nama Baban Sarbana tercantum dideretan nama pelaku kegiatan kuis, itulah Baban teman kami.

Kekuatan hati

Allah menciptakan segumpal darah yang apabila kondisinya baik maka baiklah seluruh amal perbuatannya, dan apabila kondisinya buruk maka buruklah seluruh amalnya. Itulah hati. Begitu besarnya pernan hati atau qalbu ini, maka tidak salah ada do'a khusus yang harus kita ucapkan di penghujung Tasyahud Akhir kita, Wahai yang membolak-balik hati, tetapkanlah hatiku pada agamaMu. Kekacauan, huru-hara, kedzaliman, segala bentuk keburukan yang ditimbulkan manusia sebagai khalifah fil ardh adalah karena tidak tertatanya hati untuk hidup sesuai dengan Pengatur kehidupan